Kyoto

Mengapa Kyoto?

Kyoto sering dianggap sebagai jantung budaya Jepang. Sebagai ibu kota negara ini selama lebih dari 1.000 tahun, kota ini menjadi tempat bagi tak terhitung banyaknya kuil, tempat pemujaan, taman, dan kawasan tradisional yang melestarikan sejarah dan warisan budaya Jepang yang kaya. Berbeda dengan hiruk-pikuk Tokyo atau Osaka, Kyoto menawarkan suasana yang lebih santai sambil tetap menyediakan segala yang dibutuhkan mahasiswa untuk kehidupan sehari-hari. Dengan populasi mahasiswa yang besar dan sistem transportasi umum yang sangat baik, Kyoto menjadi tujuan populer bagi mahasiswa Jepang maupun internasional. Baik saat menjelajahi jalan-jalan bersejarah di Gion, bersepeda di sepanjang Sungai Kamo, menikmati festival musiman, atau belajar bahasa Jepang dalam suasana tradisional, Kyoto menawarkan perpaduan unik antara Jepang kuno dan modern yang jarang ditemui di kota lain.

Masuki jantung Jepang tradisional di Kyoto, sebuah kota di mana sejarah berabad-abad telah menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Jelajahi jalan-jalan Gion yang diterangi lentera, temukan kuil-kuil tersembunyi yang terletak di antara permukiman penduduk yang tenang, dan rasakan pergantian musim di beberapa taman terindah di Jepang. Mulai dari deretan gerbang torii yang tak berujung di Fushimi Inari Taisha hingga hutan bambu yang tenang di Arashiyama Bamboo Grove, Kyoto menawarkan pengalaman perendaman budaya yang tak tertandingi oleh kota-kota lain di dunia. Sepanjang tahun, Kyoto menampilkan tradisi-tradisi yang telah dilestarikan selama lebih dari seribu tahun. Rasakan kemegahan Gion Matsuri, di mana kereta hias festival yang menjulang tinggi-buatan tangan komunitas lokal-berparade melintasi kota dalam salah satu perayaan tertua di Jepang. Di musim panas, pegunungan di sekitar Kyoto bersinar terang oleh api unggun raksasa Gozan no Okuribi, menciptakan pemandangan perpisahan yang menakjubkan untuk mengakhiri musim Obon. Selama musim semi dan musim gugur, kuil, tempat pemujaan, dan taman bersejarah di kota ini menjadi pameran spektakuler bunga sakura dan daun maple yang berwarna-warni, mengubah Kyoto menjadi salah satu destinasi paling tak terlupakan di Jepang.

Sejarah Kyoto

A group of people carrying goods walks across a long red bridge over water, with a village and snowy hills on the far shore.

794

Kaisar Kanmu memindahkan ibu kota ke Heian-kyo (sekarang Kyoto), yang menandai dimulainya suatu periode yang akan membentuk budaya, sastra, dan seni Jepang selama berabad-abad.

abad ke-12

Kuil-kuil Zen, taman batu, dan budaya teh mulai berkembang pesat, sehingga meninggalkan pengaruh yang abadi terhadap identitas Kyoto.

1467

Sebuah konflik sipil yang dahsyat merusak sebagian besar kota tersebut dan menandai dimulainya periode Sengoku (Zaman Negara-Negara Berperang).

1603

Kekaisaran Tokugawa memantapkan kendali politik atas Jepang sambil tetap mempertahankan Kyoto sebagai pusat Istana Kekaisaran.

1868

Ibu kota politik Jepang berpindah ke Tokyo, namun Kyoto tetap menjadi pusat budaya dan sejarah negara tersebut.

1895

Setelah kehilangan statusnya sebagai ibu kota Jepang, Kyoto mengalami modernisasi melalui berbagai proyek besar seperti Kanal Danau Biwa dan sistem trem listrik pertama di Jepang.

1945

Kyoto terhindar dari kehancuran besar-besaran selama masa perang, sehingga banyak kuil, tempat pemujaan, dan kawasan tradisionalnya dapat tetap utuh hingga kini.

Sekarang

Kyoto memadukan tradisi berabad-abad dengan komunitas mahasiswa modern yang dinamis, sehingga menarik jutaan pengunjung dan ribuan mahasiswa internasional setiap tahun.

Di Mana Kuliner Bertemu Tradisi

Kyoto merupakan salah satu destinasi kuliner terbaik di Jepang, dengan budaya kuliner yang terbentuk oleh tradisi berabad-abad, musim, dan keahlian para pengrajin. Sebagai ibu kota kekaisaran selama lebih dari seribu tahun, Kyoto mengembangkan masakan khas yang sangat mengutamakan bahan-bahan musiman segar, cita rasa yang halus, dan proses persiapan yang cermat. Kota ini sangat terkenal dengan Kyo-ryori (京料理), masakan tradisional Kyoto yang mencakup segala hal, mulai dari kaiseki bermenu banyak yang elegan hingga hidangan lokal sederhana yang dibuat dari tahu dan sayuran musiman. Warisan Buddha Kyoto juga meninggalkan jejaknya melalui shojin ryori, masakan berbasis nabati yang awalnya disiapkan di kuil-kuil, sementara kelimpahan air jernih setempat turut membentuk tradisi pembuatan tahu, penyulingan sake, dan pembuatan teh di kota ini. Namun, bersantap di Kyoto tidak harus selalu berarti makan malam formal. Jelajahi Pasar Nishiki, beli kue-kue segar dari toko di lingkungan sekitar, nikmati semangkuk nishin soba, atau temukan ragam ramen kota ini yang ternyata sangat kaya. Dan tentu saja, kunjungan ke Kyoto tidak akan lengkap tanpa mencicipi matcha yang terkenal, baik disajikan secara tradisional sebagai teh maupun diolah menjadi parfait, kue, es krim, dan berbagai kudapan lainnya. Mulai dari restoran berusia berabad-abad hingga toko-toko kecil milik keluarga, Kyoto adalah kota di mana kuliner menawarkan cara lain untuk merasakan sejarah, budaya, dan pergantian musimnya.

Berbelanja dengan Sentuhan Khas Kyoto

Berbelanja di Kyoto merupakan perpaduan antara yang lama dan yang baru. Di samping department store modern dan merek fesyen populer, Anda akan menemukan toko kerajinan berusia berabad-abad, pasar yang ramai, butik independen, toko barang antik, serta usaha kecil yang menjual produk-produk yang mungkin hanya bisa Anda temukan di Kyoto. Keramik tradisional, teh, dupa, alat tulis buatan tangan, kimono, makanan manis, dan kerajinan lokal menjadikan kota ini sangat menarik untuk dijelajahi jika Anda mencari sesuatu yang khas Jepang. Mulai dari jalan-jalan perbelanjaan yang ramai di sekitar Kawaramachi hingga toko-toko tradisional di Gion dan warung-warung makanan di Pasar Nishiki, setiap kawasan memiliki ciri khasnya sendiri. Anda dapat menghabiskan sore hari dengan berburu pakaian vintage, menemukan desainer lokal, membeli suvenir yang tidak biasa, atau sekadar berjalan-jalan santai melintasi lorong-lorong perbelanjaan tertutup di Kyoto.

  • Shijo & Kawaramachi
    • Jelajahi salah satu kawasan perbelanjaan tersibuk di pusat Kota Kyoto, yang dipenuhi dengan department store, merek fesyen, kafe, restoran, dan toko-toko kecil. Lokasinya yang strategis di pusat kota juga menjadikannya titik awal yang ideal untuk menjelajahi pusat perbelanjaan tertutup dan jalan-jalan kecil di sekitarnya.
  • Pasar Nishiki
    • Dikenal sebagai "Dapur Kyoto," pasar tertutup yang sempit ini dipenuhi dengan kios-kios yang menjual hidangan khas setempat, manisan, acar, teh, makanan laut, peralatan dapur, serta berbagai macam camilan yang bisa dicicipi sambil berjalan-jalan.
  • Teramachi & Shinkyogoku
    • Jelajahi dua pusat perbelanjaan beratap paling terkenal di Kyoto. Anda akan menemukan segala macam barang, mulai dari pakaian dan sepatu kets hingga suvenir, merchandise anime, kafe, toko-toko tradisional, dan toko barang bekas.
  • Gion & Higashiyama
    • Berbelanja di jalan-jalan bersejarah di bagian timur Kyoto, tempat toko-toko tradisional menjual keramik, teh, manisan, dupa, kipas, tekstil, dan barang-barang buatan lokal lainnya. Ini adalah salah satu kawasan terbaik untuk mencari barang-barang khas Kyoto.
  • Toko-toko Vintage & Independen
    • Kyoto juga memiliki semakin banyak toko barang antik, butik mode independen, toko kaset, toko buku, dan kafe-kafe kecil, terutama di sekitar kawasan pusat seperti Teramachi dan Sanjo. Tempat ini merupakan alternatif yang lebih tenang dibandingkan kawasan perbelanjaan besar di Tokyo dan Osaka, dengan banyak tempat tersembunyi yang bisa dijelajahi.

Kehidupan Malam dan Hiburan

Kyoto memang terkenal dengan kuil-kuil dan budaya tradisionalnya, tetapi kota ini memiliki sisi yang semarak begitu matahari terbenam. Alih-alih kawasan hiburan besar, kehidupan malam Kyoto terkonsentrasi di sekitar jalan-jalan yang penuh suasana, dipenuhi bar-bar kecil, izakaya, tempat pertunjukan musik live, dan restoran yang buka hingga larut malam. Daerah di sekitar Kiyamachi dan Pontocho sangat populer di kalangan mahasiswa, penduduk setempat, dan wisatawan mancanegara, menjadikannya tempat yang tepat untuk berkenalan dengan orang baru dan melatih kemampuan bahasa Jepang Anda. Baik Anda lebih suka menikmati minuman dengan tenang di tepi Sungai Kamogawa, bernyanyi karaoke bersama teman-teman, atau beraktivitas hingga dini hari, Kyoto menawarkan banyak hal yang bisa dijelajahi setelah kelas berakhir.

People walk down a narrow street lined with traditional Japanese buildings and glowing lanterns at dusk.
  • Gang Pontocho
    • Nikmati malam Anda dengan menjelajahi salah satu jalan paling penuh suasana di Kyoto. Gang sempit yang diterangi lentera ini, yang terletak di antara Sungai Kamogawa dan Kiyamachi, dipenuhi dengan restoran tradisional, izakaya, dan bar-bar kecil yang tersembunyi di dalam bangunan bersejarah.
  • Kiyamachi
    • Temukan salah satu pusat utama kehidupan malam di Kyoto. Terletak di tepi Sungai Takase, Kiyamachi dipenuhi dengan bar santai, izakaya, restoran, tempat karaoke, dan tempat nongkrong hingga larut malam yang populer di kalangan mahasiswa maupun penduduk setempat.
  • Malam-malam di Kamogawa
    • Nikmati makanan atau minuman bersama teman-teman, lalu mampirlah ke tepi Sungai Kamogawa. Pada malam-malam yang hangat, tepi sungai ini menjadi tempat nongkrong favorit bagi para pelajar, musisi, pasangan, dan rombongan teman.
  • Malam Karaoke
    • Nyanyikan lagu-lagu favorit Jepang dan internasional di salah satu dari sekian banyak tempat karaoke di Kyoto. Dengan adanya ruang pribadi yang tersedia hingga larut malam, karaoke menjadi pilihan yang tepat untuk menghabiskan malam secara spontan bersama teman-teman sekelas.
  • Pertunjukan Musik Langsung
    • Jelajahi dunia musik independen Kyoto di berbagai tempat pertunjukan live yang berskala kecil, bar jazz, dan tempat-tempat pertunjukan bawah tanah. Populasi mahasiswa yang besar di kota ini mendukung berbagai genre musik, mulai dari indie rock dan musik elektronik hingga jazz dan pertunjukan eksperimental.
  • Kehidupan Mahasiswa di Kyoto
    • Dengan puluhan universitas dan jumlah mahasiswa yang besar, Kyoto memiliki sisi yang lebih muda yang mudah terlewatkan di antara kuil-kuil dan jalan-jalan bersejarahnya. Bar, kafe, tempat pertunjukan musik, dan restoran santai yang terjangkau menghadirkan suasana sosial yang santai di kota ini, yang terasa sangat berbeda dari citra kota ini pada siang hari.
  • Berkeliling Izakaya
    • Habiskan malam dengan berkeliling dari satu pub Jepang kecil ke pub lainnya sambil mencicipi berbagai hidangan di sepanjang jalan. Pusat Kota Kyoto dipenuhi dengan izakaya tersembunyi, mulai dari tempat-tempat ramai yang digemari mahasiswa hingga kedai kecil di lingkungan sekitar yang hanya memiliki beberapa kursi saja.

Masih Ada Lagi!

Di seluruh penjuru kota ini, Anda dapat menjelajahi hutan bambu, jalur pendakian gunung, kawasan pemukiman yang ramai, tepi sungai yang tenang, serta beberapa landmark budaya paling terkenal di Jepang. Ukurannya yang kompak memudahkan Anda berpindah dari pusat kota ke lingkungan alam yang indah, sementara destinasi terdekat seperti Uji, Nara, Osaka, dan Danau Biwa sangat cocok untuk wisata sehari. Baik Anda tertarik pada sejarah Jepang, fotografi, mendaki, kuliner, atau sekadar menjelajahi tempat baru, Kyoto menawarkan banyak hal yang bisa dieksplorasi oleh mahasiswa internasional selama masa tinggal mereka.

Jaraknya yang dekat dengan Osaka

Tall buildings covered in massive, bright neon signs with Japanese characters illuminate a crowded city canal at night.

Salah satu dari sekian banyak keunggulan Kyoto adalah lokasinya. Dalam waktu kurang dari 30 menit dengan kereta, Anda sudah bisa tiba di jantung kota Osaka, dikelilingi oleh lampu neon, pusat perbelanjaan yang tak ada habisnya, jajanan jalanan yang luar biasa, serta beberapa kawasan hiburan paling semarak di Jepang. Tinggal di Kyoto memungkinkan Anda merasakan jantung budaya Jepang setiap hari, sementara salah satu kota terbesar dan paling seru di negara ini berada tepat di sebelahnya. Bagi para mahasiswa, hal ini berarti lebih banyak kesempatan untuk petualangan akhir pekan, kehidupan malam, berbelanja, dan berlatih bahasa. Habiskan hari-hari kerja Anda menjelajahi kuil-kuil, kafe, dan kawasan bersejarah di Kyoto, lalu naik kereta ke Osaka untuk menikmati takoyaki, berbelanja di Shinsaibashi, atau bersenang-senang di malam hari di Namba. Dan jika Anda juga jatuh cinta pada Osaka, mengapa tidak menikmati keduanya? Bersama Meiji Academy, Anda bahkan dapat berpindah antara lokasi kami selama masa studi Anda.

Festival & Acara

Jan
Mar
A woman in a white robe splashes water from a large cauldron with leafy branches in front of a crowd at an outdoor event.
Festival Toka Ebisu
Pertengahan Januari

Bergabunglah bersama ratusan pengunjung di Kuil Ebisu Kyoto yang terletak di dekat kawasan geisha untuk memohon kesuksesan dalam bisnis, menyaksikan upacara tradisional, dan mendapatkan ranting bambu keberuntungan.

A red mask with gold horns and a wooden box of soybeans rest on a woven bamboo mat.
Setsubun di Kuil Yoshida
Awal Februari

Perayaan Setsubun terbesar di Kyoto, di mana ribuan orang berkumpul di sekitar Kuil Yoshida untuk mengikuti upacara tradisional, menikmati kios-kios makanan, dan upacara simbolis mengusir roh jahat.

Jul
A group of performers in colorful kimonos dance in unison on a wooden stage decorated with cherry blossoms.
Miyako Odori
1–30 April

Pertunjukan musim semi paling ikonik di Kyoto. Puluhan geiko dan maiko yang mengenakan kimono musim semi menampilkan tarian tradisional yang serempak untuk merayakan datangnya musim semi.

A person in a yellow kimono walks outdoors between two attendants in white robes, one of whom holds a large red parasol.
Festival Aoi
15 Mei

Saksikan iring-iringan anggun yang terdiri dari ratusan orang yang mengenakan pakaian tradisional masa Heian melintasi jantung kota Kyoto.

Agu
People in traditional Japanese attire pull large, ornate parade floats with tiered roofs down a modern city street.
Festival Gion
Sepanjang bulan Juli

Nikmati festival terbesar di Kyoto, dengan kereta hias tradisional raksasa, jajanan kaki lima, musik, dan kemeriahan yang meriah di seluruh pusat kota.

A series of bonfires forms the shape of the Japanese kanji character for 'big' on a dark mountainside at night.
Gozan Okuribi
16 Agustus

Saksikan lima api unggun raksasa yang menerangi pegunungan di sekitar Kyoto untuk menandai berakhirnya musim Obon.

Okt
People in traditional garments hold large, flaming bamboo structures over a bonfire at night outside a wooden building.
Festival Api Kurama
22 Oktober

Saksikan obor-obor raksasa yang menyala terang dibawa melintasi desa pegunungan Kurama dalam salah satu festival paling spektakuler di Kyoto.

An archer in ornate traditional robes and a wide straw hat sits atop a horse in a wooded area.
Festival Jidai
22 Oktober

Saksikan sejarah Kyoto selama lebih dari seribu tahun yang diwujudkan dalam sebuah pawai penuh warna dengan kostum-kostum bersejarah yang melintasi kota.

Nov
Des
Two men use long poles to steer a dragon-headed boat carrying several passengers on a river by a wooded shore.
Festival Momiji Arashiyama
Minggu Kedua Bulan November

Saksikan para musisi dan seniman tradisional berlayar menyusuri sungai dengan latar belakang pegunungan Arashiyama yang berwarna-warni di musim gugur.

A large bronze bell hangs inside a wooden Japanese bell tower with a gray tiled roof, surrounded by green trees.
Lonceng Joya
31 Desember

Sambut Tahun Baru saat kuil-kuil di Kyoto membunyikan loncengnya sebanyak 108 kali dalam salah satu tradisi paling penuh suasana di Jepang.

Olahraga di Kyoto

Two people in kendo armor holding bamboo swords face each other inside a dojo with large windows.

Kyoto mungkin lebih dikenal karena kuil-kuil dan budayanya yang tradisional, tetapi kota ini juga merupakan tempat yang luar biasa untuk tetap aktif. Dikelilingi pegunungan dan dilintasi sungai-sungai, Kyoto memudahkan Anda untuk mendaki, bersepeda, berlari, atau bahkan arung jeram tanpa harus pergi jauh dari pusat kota. Budaya universitas dan seni bela diri yang kuat di kota ini juga menawarkan banyak kesempatan untuk merasakan sisi lain dari olahraga Jepang.

  • Kendo
    • Nikmati salah satu seni bela diri paling terkenal di Jepang dan pelajari dasar-dasar pertarungan pedang bambu, etiket, serta latihan tradisionalnya.
  • Mendaki Gunung Daimonji
    • Naiklah ke salah satu gunung paling ikonik di Kyoto untuk menikmati pemandangan menakjubkan yang membentang ke seluruh kota, yang lokasinya tak jauh dari pusat kota Kyoto.
  • Bersepeda di Arashiyama
    • Sewa sepeda dan jelajahi jalur-jalur tepi sungai, lingkungan perumahan yang tenang, kuil-kuil, serta pedesaan di sekitar Arashiyama sesuai keinginan Anda.
  • Kamogawa Lari & Bersepeda
    • Bergabunglah dengan warga setempat di sepanjang Sungai Kamogawa, salah satu tempat favorit di Kyoto untuk jogging, bersepeda, berjalan kaki, dan bersantai di alam terbuka.
  • Jalur Kyoto
    • Jelajahi beberapa bagian dari Jalur Kyoto jarak jauh, yang mengelilingi kota ini melewati hutan, pegunungan, kuil, dan kawasan bersejarah.
  • Arung Jeram di Sungai Hozugawa
    • Kunjungi pegunungan di pinggiran Kyoto untuk menikmati petualangan arung jeram yang seru melintasi lembah Sungai Hozugawa yang indah di dekat Arashiyama.
  • Bersepeda di Sungai Yodogawa
    • Sewa sepeda dan nikmati bersepeda santai di sepanjang jalur yang indah dan lebar di Taman Sungai Yodogawa, tempat favorit warga setempat untuk berolahraga di akhir pekan.
  • Pertarungan Pedang Tate
    • Pelajari dasar-dasar pertarungan pedang panggung Jepang dan latih teknik-teknik yang telah diatur secara khusus yang digunakan dalam film dan pertunjukan samurai.
  • Olahraga Air di Danau Biwa
    • Kunjungi Danau Biwa yang terletak tak jauh dari sini untuk berenang, berkayak, berselancar berdiri, berlayar, dan aktivitas air lainnya selama musim panas.